Hero Image

Cara Memilih Perumahan dengan Baik

Cara Memilih Perumahan dengan Baik

 

 

 

 

 

Saat mencari dan memilih rumah banyak hal yang perlu dipertimbangkan ketika memilih lokasinya. Untuk bisa membeli rumah pun harus ada usaha dari orang yang bersangkutan karena rumah tidak tersedia begitu saja. Saat ini ada banyak sekali rumah yang ditawarkan penjual, baik yang berada di dalam kompleks perumahan, maupun di luar kompleks perumahan. Melihat fungsi rumah sebagai tempat berlindung dan ditinggali selamanya, maka memilih rumah harus dilakukan dengan langkah hati-hati.

Supaya tidak salah langkah dalam memilih perumahan, hal yang perlu diperhatikan dalam memilih rumah sebagai berikut:

 

1. Pertimbangkan pengembang yang dapat dipercaya

 

Rumah sebagai unit properti  maka pertimbangkan pengembang yang dapat dipercaya ketika memilih unit properti di sebuah lokasi. Kalau perlu anda mengecek apakah pengembang tersebut mempunyai cacat atau tidak dalam memenuhi janji pada saat serah terima rumah. Hal ini penting mengingat banyaknya pengembang yang melakukan wanprestasi. Dalam beberapa kasus juga terjadi bahwa pengembang tidak kunjung membangun rumah

 

2. Lihat tema dan masterplan proyek perumahan

 

Dengan melihat brosur yang diberikan pengembang  melalui visualisasi yang dapat menggambarkan tema dan masterplan  perumahan tersebut, dapat terlihat mengenai lokasi tersebut apabila dalam tema dan masterplannya adalah kota taman maka di lokasi tersebut tidak dibangun kawasan industri.

 

3. Pasokan air bersih

 

Masalah air bersih di jakarta dan kota besar sampai saat ini belum dapat terpecahkan  karena pasokan air bersih ke rumah warga sering tersendat. Kualitas air juga menjadi  keluhan. Dalam hal ini sumur dapat menjadi solusi namun, tidak selamanya air sumur baik karena sumur pun saat ini banyak terkontaminasi air laut atau limbah industri.

 

4. Kelengkapan fasilitas

 

Pada umumnya rumah di kompleks perumahan ditawarkan bersamaan dengan berbagai fasilitas umum dan fasilitas sosial seperti kolam renang, penampungan air, jaringan listrik, telepon, alat pemadam kebakaran, pengelolaan air limbah (sewage treatment plan) sarana ibadah dan tempat kesehatan. Fasilitas itu memenuhi kebutuhan konsumen akan fungsi rumah dan juga gaya hidup. Pemilihan yang seksama tentang tingkat ketersediaan fasilitas akan memberikan peluang  lebih besar untuk memperoleh capital gain.

 

5. Pengembang menjalankan divisi manajemen estate (ME)

 

Kondisi fisik lingkungan dapat juga mempengaruhi nilai jual rumah di kemudian hari, Maka itu cari informasi  mengenai rencana pengembang jangka panjang terhadap kawasan yang dikembangkan. Langkah dan upaya pengembang agar harga rumah di kompleks tersebut tidak akan jatuh di kemudian hari  dengan cara melihat seberapa bagus divisi manajemen estate yang mengelola maslah-masalah seperti sampah, fasilitas  dan asosiasi pemilik.

 

6. Kerjasama warga

 

Kerjasama antar warga dapat membuat sebuah kompleks perumahan lebih nyaman dan aman untuk dihuni. Maka dari itu pengembang meminta partisipasi warga untuk berperan serta dalam menangani kebutuhan  lingkungan tersebut. Namun, terkadang upaya mobilisasi yang diprakarsai pengembang tidak berjalan baik.  Apabila anda sudah mengetahui kondisi lingkungan sebuah perumahan dan memutuskan untuk membeli  rumah di wilayah tersebut, anda harus juga melihat pilihan perumahan lain yang ada di wilayah tersebut supaya anda dapat membandingkan harga dengan rumah yang ada di sekitaran.